
BERITA RESMI UNIVERSITAS SYEKH MAULANA QORI.
MERANGIN — Universitas Syekh Maulana Qori terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di tingkat daerah. Melalui peran aktif tenaga pengajarnya, Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tuti Hardianti, S.Pd.I., M.Pd., yang juga bertindak sebagai Asesor Pendidikan Paud, Dasar dan Menengah (PDM), melaksanakan kegiatan pendampingan akreditasi di SMA Negeri 16 Merangin pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan pendampingan ini dirancang sebagai bentuk penguatan kapasitas internal sekolah sekaligus persiapan strategis dalam menghadapi siklus evaluasi akreditasi. Fokus utama pendampingan meliputi pemahaman komprehensif terhadap mekanisme akreditasi terkini, pemenuhan dokumen standar, penyusunan bukti kinerja (eviden) yang akuntabel, hingga penataan administrasi secara terstruktur. Melalui sesi ini, jajaran pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 16 Merangin mendapatkan ruang konsultasi intensif untuk memastikan seluruh instrumen penilaian tersusun secara sistematis, lengkap, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 16 Merangin Hj. Zawidah, S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan bimbingan langsung dari akademisi Universitas Syekh Maulana Qori. Beliau menegaskan bahwa program ini merupakan wujud sinergi yang sangat bermakna antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah.
”Kehadiran asesor yang sekaligus akademisi memberikan pemahaman mendalam bagi kami, khususnya dalam menyelaraskan tata kelola sekolah dengan standar mutu nasional. Sinergi ini tidak hanya membimbing kami dalam persiapan teknis administrasi, tetapi juga memberikan jaminan kepastian bahwa dokumen yang disiapkan telah relevan dan sesuai kriteria,” ujar Kepala Sekolah.
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap agar bentuk kolaborasi dan pendampingan semacam ini dapat berlanjut secara berkala. Hal tersebut dinilai penting agar evaluasi mutu tidak berhenti saat penilaian akreditasi selesai, melainkan berkembang menjadi budaya mutu yang tertanam dalam operasional harian sekolah.
Bagi Universitas Syekh Maulana Qori, keterlibatan aktif para dosen dalam kegiatan pendampingan di lapangan merupakan bagian integral dari pengabdian kepada masyarakat dan upaya memperluas kontribusi akademis kampus terhadap kemajuan pendidikan daerah. Melalui kemitraan yang berkelanjutan ini, akreditasi di SMAN 16 Merangin diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai pemenuhan beban administratif, melainkan sebagai momentum refleksi, evaluasi, dan pembenahan tata kelola sekolah demi mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, efektif, dan berdaya saing.
Ditulis Oleh : Tabrani Idris

Mantap